Demikian disampaikan Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas saat membuka Seminar Gerakan Merajut Kebangsaan 2017 di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).
Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Islam menjadi inspirasi, ialah dengan mengambil nilai dan sari patinya untuk meningkatkan peradaban. Namun demikian, ia masih yakin, Islam di Indonesia akan selalu moderat selama ada NU.
"Insyaallah Islam di Indonesia masih moderat karena selama ini dikawal oleh Nahdlatul Ulama sebagai Islam Nusantara," terangnya.
Robikin menekankan seminar kebangsaan relevan dengan dunia yang sedang berubah, yakni menguatanya politik identitas. Politik identitas, katanya, bisa dilihat dari mulai terpilihnya Donald Trump di Amerika Serikat sampai terakhir pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Untuk itu, dia berharap, hasil dari seminar ini dapat tersosialisasi dengan baik, sehingga kebinekaan dan keragaman di Indonesia tetap terjaga dan terawat dengan baik.
"Dengan begitu kebersamaan kita, keberagaman kita bukan ancaman, bukan ancaman tapi semakin memperkokoh kebersamaan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Solehan mengatakan bahwa kegiatan ini tidak lain sebagai kelanjutan dari seminar kebangsaan yang diselenggarakan 27 November lalu. Dengan kegiatan ini, Ahmad berharap Indonesia bisa lebih beradab dan sejahtera dengan dimulai dari gerakan anti-korupsi.
"Dimulai dari antikorupsi. Korupsi membuat turun peradaban," jelasnya.
Pada acara yang bertajuk "Menuju Masyarakat yang Lebih Beradab" ini hadir tiga pembicara, yaitu Ketua KPK Agus Rahardjo, Ulil Abshar Abdallla, rohaniawan Romo Benny Susetyo dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M Nabil Haroen.
[san]
BERITA TERKAIT: