Puluhan orang berdemonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12). Salah satu peserta aksi, Suhadi, mengaku sebagai Ketua Gerakan Masyarakat Pemilih Anies-Sandi (Gempas). Ia menuntut agar DWP tidak digelar lagi di Jakarta pada tahun-tahun mendatang.
"Kami tidak menekan, tapi setidaknya peserta DWP tahu kalau tahun-tahun ke depan enggak akan ada lagi DWP," katanya saat berorasi.
Ia bahkan mengaitkan acara pesta pora penuh dentuman musik elektronik tersebut dengan ancaman kemerosotan moral masyarakat
"Kita lihat DWP ini masalah moral. Mohon Pak Gubernur, dengan kepedulian kita di sini, izin DWP diberhentikan selamanya," lanjutnya.
Dia menuduh orang-orang yang berpartisipasi dan hadir dalam DWP 2017 akan menggunakan obat-obatan terlarang untuk memacu adrenalin. Paling tidak, mereka mengonsumsi minuman keras.
"Kami sudah minta Badan Narkotika Nasional untuk tes urine semua pengunjung yang keluar dari DWP. Mudah-mudahan mau ya.," jelas warga Kemayoran itu.
Menurut dia, budaya pesta pora seperti ditunjukkan ajang DWP tidak mencerminkan budaya ketimuran yang dianut bangsa Indonesia dan masyarakat Kemayoran pada khususnya.
"Kita orang Kemayoran budayanya cuma tiga, salat, silat dan mengaji. Tidak mungkin bisa digabungkan dengan budaya barat," imbuhnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: