Isu Negatif Serang Pemerintahan Jokowi, Generasi Muda Bali Resah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 17 Oktober 2017, 20:36 WIB
Isu Negatif Serang Pemerintahan Jokowi, Generasi Muda Bali Resah
Jokowi/net
rmol news logo Sejumlah mahasiswa Bali meneriakkan perlawanan terhadap isu negatif terhadap pemerintah akhir-akhir ini. Aktvis Perwakilan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Bali, Rendi Gusaz, menilai isu negatif yang menerpa pemerintah, sudah meresahkan.

"Isu negatif yang menerpa pemerintah seolah tidak ada habisnya. Hal itu, tidak hanya meresahkan generasi muda, tapi juga masyarakat Bali," kata Rendi Gusaz dalam keterangan persnya, Selasa (17/10).

Pernyataan sikap para mahasiswa itu, disampaikan dalam acara Pentas Seni dan Diskusi "Optimalisasi Peran Intelektual Muda, Normalisasi Isu Negatif Terhadap Kebijakan Pemerintah" yang diselenggarakan Lingkar Studi Mahasiswa Universitas Udayana, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.

Akedemisi Universitas Udayana Didi Arti Wardoyo, menilai sejumlah isu negatif terus digiring sepanjang 2017. Meskipun pemerintahan Presiden Jokowi terus mendorong berbagai program pembangunan di berbagai bidang. Terutama pembangunan infrastruktur di luar pulau Jawa.

"Isu negatif yang digunakan untuk menyerang pemerintah saat ini terkesan mengada-ada dan banyak hoax. Sayangnya, sebagian masyarakat banyak percaya dan tidak sedikit yang terprovokasi oleh isu tersebut, sehingga situasi dalam negeri sempat memanas," timpal Didi.

Provokasi isu negatif tersebut bahkan sudah mempengaruhi pemikiran sebagian kalangan mahasiswa. Padahal, mahasiswa menjadi garda terdepan pendukung program pembangunan pemerintah.

"Mahasiswa sebagai calon intelektual muda, perlu lebih obyektif dan mampu menangkal segala macam bentuk provokasi. Karena kelanjutan pembangunan saat ini, terletak dipundak mahasiswa," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lingkar Studi Mahasiswa, Universitas Udayana, Ibnu Hajar, mengajak kepada rekan sesama mahasiswa, untuk senantiasa terus menambah wawasan. Agar terhindar dari kontaminasi pemikiran yang berasal dari isu-isu negatif.

Selain itu, mahasiswa juga perlu berperan aktif dalam mengawal program pembangunan pemerintah yang saat ini sedang berlangsung.

"Paling tidak saudara-saudara kita di luar Jawa, ikut menikmati hasil pembangunan sebagai berkah dari kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia," demikian Ibnu.[san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA