Orator dari alumni Aksi 212 menuding Partai Komunis Indonesia (PKI) hendak dihidupkan kembali dengan munculnya desakan pencabutan terhadap TAP MPR 25/1966.
"PKI mau dibangkitkan kembali oleh partai pendukungnya yang meminta TAP MPR dicabut," tegas orator dari mobil Komando, Jumat (29/9).
PKI disebut tidak layak ada di Indonesia karena ingin memisahkan agama dan negara. Selain itu paham komunis dinilai menjadi dalang pembantaian ulama di Tanah Air.
"Yang bantai kiai dan ulama itu siapa kalau bukan PKI?" tegasnya.
Selain menolak mencabutan TAP MPR yang melarang adanya PKI, massa aksi juga mendesak DPR untuk menolak pengesahan Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.