Dedi juga enggan mengamini dugaan adanya politik transaksional di DPP Partai Golkar terkait penerbitan surat tersebut.
"Kalau saya kan tidak boleh menduga-duga karena saya objek dari sebuah proses politik. Karena objek tidak boleh mengeluarkan sebuah opini, opini itu orang lain yang menilai tidak baik rasanya saya membuat opini untuk diri saya sendiri," ungkap Dedi Mulyadi di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9).
Dedi bahkan mengaku sudah yakin sejak awal bahwa Ketua Umum Setya Novanto tidak mengeluarkan surat rekomendasi tersebut. Ini lantaran Novanto sedang dalam keadaan sakit.
"Baru selesai operasi jantung masa sih orang sakit baru selesai operasi langsung
ngurusin rekomendasi pencalonan gubernur dan wakil gubernur yang menyangkut 46 juta hajat rakyat Jawa Barat, itu yang saya tanyakan waktu itu," tandasnya seperti diberitakan
RMOLJabar.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: