Imam sebagai putra asli Madura dalam penyampaian materi begitu menggetarkan jiwa dan mengingatkan akan falsafah luhur bahwa di manapun dan dalam situasi apapun orang Madura harus mampu berperan positif dalam segala bidang kehidupan. Apalagi bagi generasi mudanya.
"Bagi mahasiswa-mahasiswi STAIN Pamekasan ambillah ilmu dari para dosen dan dari manapun dengan baik untuk nantinya mampu berperan positif disegala bidang di masyarakat," ujarnya.
Imam menjelaskan, tantangan saat ini dan ke depan bagi kaum muda sangat berat. Ada bonus demografi yakni melimpahnya tenaga kerja muda hingga 60 juta orang pada tahun 2030 mendatang. Dibarengi dengan bahaya narkoba yang kian mengancam, serta isme-isme baru yang sengaja diviruskan untuk mengoyak persatuan bangsa.
"Hati-hati kini narkoba kian mengancam, isme-isme baru pemecah persatuan bangsa semakin berseliweran. Dan bonus demografi jika tidak mampu dikelola dengan baik akan menjadikan bangsa pecundang di kancah dunia," ujarnya.
Mengakhiri kuliah umum, Imam berpesan agar pemuda-pemudi Indonesia menjadi generasi muda yang luar biasa.
"Kalian pasti bisa berperan di bidang apapun. Bangun Madura dengan mengedepankan akhlak yang mulia," pungkasnya.
Acara diakhiri dengan pelepasan kontingen Pekan Ilmiah, Olah Raga, Seni, dan Riset (Pionir) antar perguruan tinggi agama Islam seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 27 April-1 Mei 2017 ditandai dengan penyerahan pataka.
[wah]
BERITA TERKAIT: