Kedatangannya disambut Bupati Tapin Arifin Arpan di Lapangan Siring. Dalam kesempatan itu, Surya menerima ikrar generasi berencana dari para remaja Tapin. Selain juga meresmikan monumen generasi berencana yang berada di depan Lapangan Siring.
"Saya datang ke sini dalam rangka mengendalikan kuantitas penduduk untuk menghindari ledakan penduduk," ujar Surya.
Menurutnya, untuk menurunkan pertumbuhan penduduk, harus ditekan angka kelahiran total dengan mengatur kelahiran. Juga menurunkan angka pernikahan dini.
"Sebelum 21 tahun jangan menikah karena masih anak anak belum matang. Itu harus dimatangkan dulu bersama mentalnya," jelas Surya.
Di samping itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) juga harus ditingkatkan. Jangan terburu buru nikah.
"Kita harus bisa lihat dari kompetensi dan karakter. Di negara ini masih rendah sebagian warganya kebanyakan lulusan SD. Karakternya juga lemah mentalnya negatif. Untuk itu harus dibangun karakter di dalam keluarga," beber Surya.
Pembangunan karakter, tambah Surya, adalah dengan tiga cara. Yakni selalu komunikasi dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri,serta dengan manusia lain dan lingkungan.
Untuk menurunkan angka kelahiran di Tapin, segenap masyarakat harus tahu Genre yakni katakan tidak nikah usia dini, katakan tidak seks pra nikah, dan katakan tidak pada napza. BKKBN berharap Pemkab Tapin bisa memberikan edukasi yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi kepada generasi muda atau remaja. Dengan cara memberikan penyuluhan tentang program Keluarga Berencana kepada masyarakat.
[wah]
BERITA TERKAIT: