"Tadi dikatakan BUMDes di sini sudah ada yang untungnya mencapai RP 176 juta. Kita harapkan BUMDes ini membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Halmahera Barat," ujar Menteri Eko dalam keterangannya, Senin (17/4).
Menurutnya, pemerintah juga mendorong masyarakat Halbar untuk memanfaatkan potensi alam yang ada, yakni keindahan laut. Menteri Eko meminta agar BUMDes bisa menyediakan alat untuk snorkeling dan kamera bawah air. Hal itu untuk memancing minat masyarakat agar bisa mengenali dan mempromosikan keindahan alam bawah laut Halbar.
"Dengan kondisi alam seperti ini, Halbar bisa juga membuat event sepeda gunung, kerja sama dengan BRI atau BNI untuk membantu promosinya di portal-portal online mereka. Buat paket wisatanya dan manfaatkan kecanggihan e-commerce. Banyak hal yang bisa dilakukan," jelasnya.
Meski demikian, Menteri Eko menyadari bahwa setiap desa memiliki kemampuan sumber daya manusia yang berbeda. Untuk itu, BUMDes perlu memiliki manajemen yang baik. Karenanya, pemerintah menjalin sinergi dengan mendirikan PT. Mitra BUMDes Nusantara.
"PT. Mitra BUMDes Nusantara dimiliki oleh Bulog yang dibantu oleh BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN. Mereka akan bantu juga pendampingan. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah juga akan disalurkan melalui BUMDes, sehingga manajemennya harus baik agar keuntungan yang diperoleh dapat optimal," bebernya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog yang juga menjabat Komisaris Utama PT. Mitra BUMDes Nusantara Imam Subowo mendukung adanya pengembangan BUMDes. Menurutnya, BUMDes akan menjadi solusi peningkatan produktivitas dan pendapatan petani di pedesaan.
"Umumnya petani itu ada dua persoalan. Pertama adalah permodalan, lalu yang kedua adalah pemasaran. Maka dari itu, banyak petani yang terjerat dibo-dibo atau tengkulak. Dengan adanya PT. Mitra BUMDes Nusantara, Bulog akan masuk bantu infrastruktur juga membeli langsung hasil tani. Sementara perbankan akan bantu permodalan sekaligus mendorong para petani untuk menabung," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Halmahera Barat Danny Missy menambahkan bahwa pihaknya siap mewujudkan komitmen dalam mendukung program prioritas Kemendes dengan BUMDes. Selama ini, banyaknya komoditas seperti 400 ton pisang per hari, 4.000 ton kopra per bulan, dan 128.000 ton ikan keluar dari Halbar tanpa mendapatkan hasil yang maksimal bagi petani dan nelayan. Hal itu disebabkan tidak adanya identifikasi yang baik.
"Jika dikalkulasi maka pendapatan BUMDes bisa mencapai ratusan miliaran per bulannya. Target kami, setelah BUMDes terbentuk secara keseluruhan, kami akan memproteksi para petani agar memasarkan komoditas taninya lewat BUMDes," pungkas Danny.
[wah]
BERITA TERKAIT: