Begitu kata Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPP) Jawa Barat dan Banten Slamet seperti diberitakan
RMOLJabar.com, Selasa (11/4).
"Selama ini beliau (Iwa Karniwa) sangat konsen terhadap perkebunan. Beliau menyadari Jawa Barat tidak bisa lepas dari perkebunan," ujar Ketua GPP Jabar dan Banten, Slamet kepada wartawan, Selasa (11/4).
Dikatakannya, pada dasarnya Jawa Barat membutuhkan sosok pemimpin asli yang lahir di Jawa Barat yang memiliki keberanian dalam menegakkan aturan, mengayomi rakyat, dan memiliki pengalaman terutama permasalahan-permasalahan di Jawa Barat.
"Semua itu ada di dalam diri pak Iwa," katanya.
Iwa muncul sebagai lima besar calon gubernur dalam survei yang dilakukan Tim Peneliti Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (PPS UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang bekerjasama dengan Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JPMD).
Survei tersebut berhasil sedikitnya menjaring 13 nama bakal calon Gubernur Jawa Barat melalui hasil survei dengan margin of error 5 persen terhadap 5.000 sampel warga Jawa Barat yang tersebar secara kluster di 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.
Ke-13 nama kandidat Cagub Jabar tersebut yakni, Ridwan Kamil (24,28 persen), Deddy Mizwar (18,65 persen), Dede Yusuf (15,68 persen), Dedi Mulyadi (10,70 persen), Iwa Karniwa (8,99 persen).
Kemudian Rieke Diah Pitaloka (8,58 persen), Nurul Arifin (5,58 persen), Desy Ratnasari (1,89 persen), Netty Prasetiyani (1,61 persen), Tb. Hasanudin (1,61 persen), Ineu Purwadewi (0,88 persen), Irfan Suryanegara (0,66 persen), Agung Suryamal (0,64 persen), dan 0, 25 persen beberapa nama lainnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: