Menurut Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, dalam kerja sama, FAO sepakat mengalokasikan bantuan untuk proyek pakan mandiri senilai Rp 3,25 miliar.
Dia mnejelaskan, terdapat empat fokus dalam kerja sama. Pertama penyediaan informasi dasar terkait ketersediaan suplai bahan baku, kebutuhan nutrisi, jenis, dan formulasi pakan khususnya untuk ikan patin di Indonesia. Kedua, pemanfaatan varian bahan baku pakan ikan lokal yang potensial dimanfaatkan.
Ketiga, perbaikan formulasi dan kualitas pakan ikan yang diproduksi kelompok Gerpari. Dan keempat adalah optimalisasi strategi farm feed management.
Untuk tahap awal kerja sama, akan dilakukan percontohan pembuatan pakan mandiri dan percontohan penggunaan pakan mandiri. Disertai dengan cara pemberian pakan yang baik
"Percontohan ini akan dilakukan dengan cara melibatkan 30-40 orang pembudidaya dengan mekanisme cost sharing. Dan diharapkan akan menjadi model rujukan bagi pengelolaan pakan mandiri di berbagai daerah di Indonesia," jelas Slamet dalam keterangannya, Senin (10/4)
Kepala Regional FAO Asia Pasifik Weimin Miao menambahkan baha pihaknya mengapresiasi KKP karena memperhatikan isu penting dan strategis dalam mata rantai produksi budidaya, yaitu terkait pakan. Menurut Miao, bersama KKP, pihaknya akan memonitor implementasi pengembangan pakan mandiri di Indonesia.
"FAO mendukung penuh usaha pemerintah Indonesia dalam mencapai kemandirian pakan, sehingga keberhasilan pengembangan pakan mandiri di Indonesia dapat menjadi rujukan tersendiri di level Asia Pasifik. Terlebih, saat ini Indonesa menjadi negara pertama di dunia yang memberikan perhatian terhadap kemandirian pakan ikan yang dilaksanakan masyarakat," jelasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: