Head of Corporate Communications PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menyakini jika sarjana komunikasi bisa masuk ke segala lini bidang pekerjaan.
Menurutnya, permasalahan yang banyak muncul sekarang ini dikarenakan masalah komunikasi. Bahkan sebuah perusahaan besar jika salah mengkomunikasikan visi misinya, bisa berujung bangkrut lantaran tidak mendapat investor. Apalagi di kalangan politik, jika salah mengkomunikasikan tujuan politiknya bisa terjelembab dengan segudang permasalahan.
"Banyak masalah itu cuma karena masalah komunikasi, dan banyak masalah juga yang bisa diselesaikan dengan ilmu komunikasi. Jadi nggak ada istilahnya, sarjana atau mahasiswa komunikasi itu susah mendapat pekerjaan. Karena komunikasi bagian yang tidak terlepas dari segala rutinitas manusia, bukan hanya perusahaan," jelasnya dalam seminar Pit Stop Session Series dengan tema 'Big Leap Into Communication World' di Wisma Indocement, Jakarta (Sabtu, 8/4).
Sejurus dengan itu, artis multitalenta Ronald Surapradja menilai, tidak sedikit lulusan Ilmu Komunikasi yang meraih sukses di berbagai industri. Justru, Ilmu Komunikasi menjadi platform yang digunakan perusahaan membangun reputasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan. Banyak ditemui lulusan komunikasi yang menerapkan keilmuannya sebagai basis mengembangkan usaha mandiri dan membuka lapangan pekerjaan.
"Ilmu Komunikasi merupakan jurusan dengan lapangan kerja yang nyaris tidak pernah habis dibutuhkan dan memiliki prospek yang menjanjikan walaupun tidak banyak yang mengetahui," beber penyiar Jak FM tersebut.
Di kesempatan yang sama, praktisi media dan komunikasi Vivid F. Argarini memiliki penilaian sendiri mengenai sarjana lulusan Ilmu Komunikasi. Menurutnya, sarjana maupun mahasiswa komunikasi memiliki jiwa entrepreneur alias wirausahawan. Sebab, seorang wirausahawan pastinya harus menguasai Ilmu Komunikasi di samping keterampilan manajerial.
"Mahasiswa atau sarjana ilmu komunikasi itu diajarkan bagaimana cara mengkomunikasikan brand. Belajar menjadi orang yang ada di balik brand, belajar mempublikasikan brand ke publik. Kalau kita paham Ilmu Komunikasi, dia bisa tahu masuknya kapan dan pakai apa, bagaimana cara memeliharanya, namanya strategi komunikasi," jelas Former CEO majalah Aneka Yess itu.
Seminar Pit Stop Session Serries sendiri digagas perusahaan konsultan komunikasi Dreya Communications. Seminar ditujukan bagi orang tua yang sedang mempersiapkan anak-anaknya memasuki jenjang perguruan tinggi. Terlebih, untuk memperkenalkan salah satu program studi yang saat ini menjadi favorit calon mahasiswa yang masih asing di telinga orang tua maupun calon mahasiswa khususnya terkait prospek ke depan.
Seminar dipandu pengamat komunikasi politik Hendri Satrio yang juga partner Dreya Communications turut menghadirkan TV news anchor Widya Saputra yang membagikan pengalamannya dalam dunia jurnalistik.
[wah]
BERITA TERKAIT: