Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada redaksi, Minggu (2/4).
"Longsor menimbun rumah dan masyarakat yang sedang memanen jahe di bagian bawah lereng perbukitan. Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kabupaten Ponorogo, diperkirakan terdapat 11 orang yang masih tertimbun longsor. Belum dapat dipastikan berapa jumlah keseluruhan korban yang tertimbun longsor yang berasal dari warga yang di dalam rumah dan bekerja memanen jahe saat longsor berlangsung,"kata Sutopo.
BPBD Ponorogo bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat kata Sutopo masih melakukan evakuasi. Menurut laporan tim dilapangan, terdapat korban yang berhasil lari saat kejadian. Kepala Desa Banaran menyebutkan saat kejadian yang berlangsung cepat itu, korban di kebun sempat lari namun terkepung material longsoran kemudian tertimbun longsor.
"Rumah yang terdampak sekitar 25-30 unit rumah. Alat berat diperlukan untuk evakuasi korban yang tertimbun longsor. Akses menuju lokasi cukup sulit dilalui karena jalan kecil. Masyarakat berduyun-duyun menonton longsor sehingga jalan macet dan kendaraan terhambat. Komunikasi dengan HP dan radio komunikasi juga tidak lancar,"beber Sutopo
Sebelumnya di wilayah tersebut sebetulnya sudah ada tanda-tanda longsor. BPBD pun kata Sutopo telah memperingatkan warga akan bahaya longsor. Saat malam hari sebelum kejadian longsor, warga sempat mengungsi sementara. Namun saat warga kembali ke rumah pada pagi hari untuk bekerja, longsor menerjang saat tidak ada hujan.
"Posko juga sudah didirikan di Desa Banaran. Inilah salah satu ketidakpastian dari longsor yang sulit diprediksikan kapan secara pasti terjadi longsor,"tambah Sutopo
Posko BNPB kata Sutopo akan terus melakukan berkoordinasi dengan BPBD. Tim Reaksi Cepat BNPB dalam perjalanan menuju lokasi. BPBD Provinsi Jawa Timur juga melakukan perkuatan dan mengirimkan bantuan kepada BPBD Ponorogo.
[san]
BERITA TERKAIT: