Adhie Massardi: Hasyim Muzadi Sparing Partner-nya Gus Dur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 16 Maret 2017, 22:57 WIB
Adhie Massardi: Hasyim Muzadi <i>Sparing Partner</i>-nya Gus Dur
KH Hasyim Muzadi/Net
rmol news logo Ada cerita lain soal hubungan KH Hasyim Muzadi dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kiai Hasyim ternyata adalah sosok yang diandalkan oleh Gus Dur.

"Dulu Gus Dur seorang leader, pengambil keputusan yang jago. Nah, pemasok informasi Gus Dur itu ada dua orang, Pak Hasyim Muzadi dan Pak Ahmad Bagja. Tapi yang paling dipercaya Pak Hasyim," kata mantan Jurubicara Presiden era Pemerintahan Gus Dur, Adhie M Massardi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/3).

Selain itu Hasyim adalah satu dari sederet nama yang mensosialisasikan gagasan-gagasan Gus Dur ke kalangan Nahdliyin. Karenanya ketika terpilih menjadi ketua umum PBNU, posisi dia di organisasi Islam terbesar di Indonesia itu langsung 'mantap'. Hasyim bisa menggantikan kharisma yang ditinggalkan Gus Dur.

"Sepanjang dipimpin Pak Hasyim, NU berwibawa," kata Adhie.

Kiai Hasyim terpilih sebagai ketua umum PBNU pada muktamar ke-30 di Lirboyo, Kediri, tahun 1999. Dalam muktamar NU ke-31 di Donohudan, Boyolali, dia terpilih sebagai Rais Aam setelah berhasil mengungguli secara mutlak para pesaingnya, termasuk Gus Dur.

Tak dipungkiri ada permainan-permainan politik yang mewarnai kiprah Kiai Hasyim saat memimpin NU. Ujung-ujungnya, Hasyim maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2004. Tapi, permainan politik yang disuguhkan Hasyim bukan politik kacangan.

"Itu high politics. Itu sebabnya saya ketika itu mendukung dia jadi Rais Aam PBNU. Dia memiliki kemampuan," kata Adhie.

Sepeninggal Gus Dur, Kiai Hasyim yang memimpin NU kultural. Di basis-basis NU namanya sangat kuat dan bagus. Salah satu kelebihan Kiai Hasyim, mampu berdialog dan bergaul dengan orang-orang yang tidak sepaham terkait cara memajukan umat.

"Kalau Gus Dur menjauh, tapi Hasyim bisa berteman dengan siapa saja termasuk dengan orang yang beda pendapat. Misalnya saja dengan Habib Rizieq," katanya.

Benarkah Kiai Hasyim bertentangan dengan Gus Dur? Kabar ini makin kencang beredar terutama jelang Pilpres 2004. Menurut Adhie, isu tersebut sepenuhnya tidak benar. Di tengah situasi apapun, kalau Gus Dur dan Kiai Hasyim dipertemukan, sangat terasa tidak ada masalah diantara keduanya.

"Waktu Pak Hasyim mau nyawapres, ada pertemuan di Sukabumi dengan Gus Dur. Ketika itu saya ikut hadir. Di dalam (pertemuan) keduanya saling bercanda. Tapi memang setelah keluar, mereka seperti dua kutub yang tidak bisa disatukan," papar Adhie.

Di permukaan muncul kesan solah-olah ada konflik antara Gus Dur dengan Hasyim. Namun sebenarnya 'sumbu' keduanya menyatu. Karenanya dalam pemahaman Adhie, tidak pernah ada konflik yang terjadi di antara Gus Dur dengan Hasyim.

"Itu hanya cara orang-orang besar berseteru. Kenapa di NU seolah-olah yang bisa melawan Gus Dur itu Hasyim, karena memang Hasyim sparing partner (lawan tanding) Gus Dur dan sudah berlatih. Ibaratnya seperti Muhammad Ali dengan Joe Frazier," imbuh Adhie.

Karenanya Adhie pun menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Kiai Hasyim. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini wafat sekitar pukul 06.15 WIB pagi tadi di kediamannya di Pondok Pesantren Al Hikam Malang karena menderita sakit.

"Pak Hasyim mewarisi apa yang dimililki Gus Dur. Dengan kepergian Pak Hasyim, sekarang (sosok pewaris Gus Dur) di NU tidak ada," tukasnya. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA