Khususnya bagi warga luar daerah yang perlu mengurus keperluan di kantor polisi, tanpa harus pulang ke kampung halamannya.
Hal itu dibuktikan oleh Kakorlantas Brigadir Jenderal Royke Lumowa saat melakukan video conference (vicon) dengan beberapa Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia.
Salah satu contoh kasus, saat Royke vicon dengan pihak Polda Jawa Tengah. Di saat bersamaan, salah satu mahasiswa asal Papua, bertanya terkait teknis memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Mengingat, dengan sistem SIM Online, mahasiswa itu tak perlu lagi pulang ke kampungnya untuk memperpanjang SIM.
Pasalnya, jika sang mahasiswa harus pulang ke kampungnya, akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Belum termasuk waktu pulang pergi dan kepengurusan surat menyurat lainnya.
"Sekarang, Ade (adik) bisa lebih mudah toh untuk perpanjang SIM?" tanya Kakorlantas lewat vicon kepada mahasiswa itu.
"Iya Bapak. Saya tak perlu pulang kampung lagi," timpal mahasiswa itu.
Lalu, mantan Kapolda Papua Barat itu juga menanyakan kisaran biaya yang dihabiskan, bila mahasiswa itu harus pulang ke kampung untuk mengurus SIM.
Menurut sang mahasiswa, untuk ongkos pulang-pergi, Jateng - Papua, bisa mencapai Rp 4 jutaan.
"Bisa kena empat juta, Bapak, kalau naik pesawat. Kalau naik kapal (laut), kena satu juta. Perjalannya tujuh hari," terang mahasiswa itu.
Pada kesempatan itu, Kakorlantas mendapat kehormatan untuk vicon disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Dipastikan, pelayanan dengan teknologi informasi ini sangat menguntungkan dan lebih hemat. Apalagi bagi para perantau dan warga yang enggan mengantre," demikian Kakorlantas.
[rus]
BERITA TERKAIT: