Di sela-sela acara Pementasan Wayang Golek berjudul "Main Dadu" di Keputren Putridalem Jatitujuh, Majalengka, tadi malam, Rieke yang berpasangan dengan Teten Masduki di Pilgub Jabar mengatakan masyarakat Jabar membutuhkan kartu Binangkit agar tidak ada lagi anak putus sekolah dan tidak ada lagi warga yang tidak mampu mengakses kesehatan.
"Berilah saya kesempatan, akan kami buktikan masyarakat Jabar bisa bangkit," harap Rieke.
Dia menuturkan di Jawa Barat saat ini ada sekitar 5 juta warga yang tidak mampu dengan berpenghasilan di bawah upah minimum provinsi. Namun demikian, di data resmi pemerintah tercatat sekitar 15 juta. Untuk bisa mengakomodir angka tersebut, Rieke punya cara agar program kartu Bangkit tetap bisa dijalankan.
"Duitnya dari mana? APBD dan APBN, kalau kurang ya kerjasama dengan swasta," katanya.
Dari kartu tersebut, kata Rieke dianggarkan satu orang Rp 7000 perbulannya. Untuk tahap pertama, pihaknya akan merealisasikan kartu untuk 10 juta penduduk tidak mampu, yakni sekitar Rp 24 Miliar untuk setahun.
"Dengan kartu ini, apa mungkin anak nelayan, TKI, buruh, pedagang kaki lima, dia pintar, dia lulus, apakah sekarang mungkin tanpa uang bisa sekolah di universitas," tanya Rieke.
Dalam kesempatan yang sama, Teten mengatakan bahwa 70 persen warga Jawa Barat adalah lulusan SMP. Tentu sangat ironis karena Jawa Barat dekat dengan pusat kekuasaan, yakni DKI Jakarta.
[dem]
BERITA TERKAIT: