Namun, kebahagiaan mereka seolah tercerabut saat mengetahui salah satu bayi lahir dalam kondisi tidak normal. Bayi lelaki tidak memiliki tempurung kepala, mata, hidung serta menderita kaki bengkak.
"Saya pasrah atas kondisi ini. Hanya kepada Allah saya mengadu," tutur Ma’ani (Rabu, 11/1).
Sepasang bayi kembar ini merupakan anak keempat dan kelima Ma’ani dan Mualifah. Persalinan dengan operasi cesar dilakukan di RS Islam Purwokerto.
Salah satu bayi lahir dengan kondisi normal. Hanya saja, bayi berjenis kelamin perempuan ini bobot lahirnya kurang, hanya 1,2 kilogram.
Saat ini bayi masih berada di inkubasi RS Islam Purwokerto untuk mendapat perawatan intensif dan pemantauan perkembangan bayi.
Ma’ani mengaku tidak bisa membayangkan berapa ongkos perawatan bayinya. Kendati mendapat asuransi kesehatan masyarakat miskin (askeskin), tentu dibutuhkan dana yang luar biasa besar untuk merawat kedua bayinya.
"Jika ditakdirkan selamat (hidup) maka anak saya akan hidup, apapun kondisinya. Saya bingung mencari dana dari mana," ujar buruh bangunan ini.
Dia berharap agar ada penanganan khusus terhadap anaknya, meski dia hanya mengandalkan askeskin. Dia juga berharap agar pemerintah dan masyarakat mau mengulurkan bantuan kepada keluarganya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: