Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui akun Instagram resminya @dinkesbantul, mengingatkan bahwa kombinasi suhu ekstrem dan penurunan kualitas udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah mulai dari penyakit ringan hingga kondisi yang lebih serius berpotensi meningkat selama periode kemarau panjang.
Tidak hanya berdampak langsung seperti kelelahan akibat panas, fenomena ini juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Berikut sejumlah dampak El Nino “Godzilla” terhadap kesehatan tubuh yang perlu diwaspadai:
1. Dehidrasi dan Kelelahan Panas
Paparan suhu udara tinggi dalam waktu lama membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi dan heat exhaustion (kelelahan panas), terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
2. Gangguan Pernapasan (ISPA)
Kualitas udara yang menurun selama kemarau panjang dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Paparan polusi dan debu memicu gejala seperti batuk, pilek, hingga sesak napas, terutama pada anak-anak dan lansia.
3. Penyakit Kulit
Udara panas dengan kelembapan rendah membuat kulit menjadi kering dan rentan iritasi. Risiko penyakit kulit seperti dermatitis meningkat akibat paparan sinar matahari berlebih dan kurangnya kelembapan alami kulit.
4. Diare Akibat Sanitasi Buruk
Kekeringan berkepanjangan berdampak pada ketersediaan air bersih dan sanitasi. Konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi dapat memicu penyakit seperti Diare.
5. Peningkatan Kasus DBD dan Malaria
Perubahan suhu dan lingkungan turut memengaruhi perkembangan nyamuk sebagai vektor penyakit. Risiko Demam Berdarah Dengue dan Malaria meningkat, terutama di wilayah dengan pengelolaan lingkungan yang kurang baik.
6. Imunitas Menurun dan Mudah Sakit
Cuaca panas ekstrem memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan membuat seseorang lebih rentan terhadap berbagai infeksi.
BERITA TERKAIT: