Namun demikian, jumlah kabupaten/kota yang masuk zona oranye atau risiko sedang mengalami peningkatan. Pekan ini, terjadi peningkatan dari 360 menjadi 371 kabupaten/kota.
"Terlihat masih banyak daerah yang terlena dan lengah serta merasa nyaman untuk berada di zona oranye. Ingat, zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan," ujar Koordinator Tim Pakar dan Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (3/11).
Selanjutnya terdapat penurunan signifikan pada zona kuning atau risiko rendah. Pekan sebelumnya ada 115 di zona kuning, pekan ini turun menjadi 104 kabupaten/kota.
Wiku juga menyesalkan, meski dalam 5 bulan terakhir penanganan Covid-19 di berbagai daerah mengalami kemajuan, tetapi terlihat bahwa mayoritas daerah cukup nyaman berada di zona oranye.
Dalam 4 minggu terakhir, terjadi peningkatan daerah zona oranye dari 65,73% menjadi 72,28%. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar bekerja keras untuk segera keluar dari zona oranye menjadi zona kuning.
"Selain itu jumlah kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning masih sedikit karena berpindah ke zona oranye," katanya.
BERITA TERKAIT: