Dengan persentase kesembuhan tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya menjaga tren positif penyembuhan pasien Covid-19.
"Jangan sampai penderita Covid-19 gejala ringan berpindah menjadi gejala sedang karena kekurangan obat," tegas Menko Luhut dalam Rapat Kordinasi (Rakor) virtual tentang Penanganan Covid 19 di Wisma Atlet, Selasa (6/10).
Menko Luhut juga berpesan agar proses isolasi mandiri di Wisma Atlet diperketat. Selain itu, sistematika
tracing pasien penderita Covid 19 di dalam kota juga harus semakin digencarkan dan tepat sasaran. Ia pun meminta BUMN yang turut mengikuti rakor tersebut untuk mempersiapkan kebutuhan penyaluran obat-obatan.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator RSD Wisma Atlet, Mayjen Tugas Ratmono menjelaskan soal pasien masuk berdasarkan rujukan, ketersediaan akomodasi, jumlah SDM, stok APD, stok Lab, ketersediaan obat terapi Covid-19 dan terapi pendukung.
Pihaknya juga tak lupa melaporkan kepada Menko Luhut telah mengkordinasikan kekurangan kebutuhan obat di Wisma Atlet kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
"Beberapa obat terapi Covid-19 dan obat terapi pendukung persediannya kurang dari satu minggu, seperti Oseltamivir dan Chloroquin Fosfat," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Menkes Terawan menegaskan pula bahwa dia akan segera mengirimnya dalam minggu yang sama.
BERITA TERKAIT: