Situasi ini ditanggapi oleh Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, dalam diskusi virtual Polemik bertajuk "Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru", Sabtu (11/7).
"Suasana kita masih abnormal. Jadi kalau new normal itu kan kenormalan baru dari aspek perilaku budaya dan normal baru. Tetapi suasana masih abnormal, karena memang secara data dan grafik kita melihat lembah kurva kita masih di lembah kurva yang menanjak," ungkap Hermawan.
Bahkan, Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Manajemen Administrasi Rumah Sakit Universitas Indonesia ini berpendapat, kasus positif di dalam negeri masih akan meningkat, mengingat pemerintah mulai mengizinkan masyarakat untuk keluar rumah.
"Kasus kita masih diprediksikan akan meningkat, seiring dengan makin permisifnya kesadaran masyarakat kita yang memang mulai dibuka beberapa sektor saat ini," ujarnya.
Untuk itu, Hermawan berharap kepada semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat luas untuk tetap memperhatikan perkembangan mengenai Covid-19, baik dari aspek ilmu kesehatan maupun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Karena menurutnya, semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk kajian yang dilakukan akademisi dan ahli akan percuma, jika masyarakat belum sadar secara penuh akan bahaya infeksi virus corona beserta dampak-dampaknya.
"Jadi corona memang berdampingan sama kita, tapi kita enggak mau bersahabat dan berdampingan dengan corona ini. Kita ingin corona hilang dari kita. Jangan sampai kita malah dibuat merana sama corona," demikian Hermawan Saputra.
BERITA TERKAIT: