Awalnya, Andika mendapat laporan dari salah salah satu dokter RSPAD mengenai pengadaan alat sinar x-ray beserta perlengkapannya untuk menunjang pelayanan penanganan terhadap pasien Covid-19.
Di mana RSPAD membutuhkan 5 mobile x-ray, 15 wall shielding, dan 3 Flat Digital Radiolodi, dan 5 baju pelindung radiasi secepatnya.
Mengetahui hal tersebut, Jenderal Andika langsung meminta Aslog Kasad untuk berkoordinasi dengan pihak terkait soal pengadaan alat kesehatan tersebut.
Dalam komunikasi secara
teleconference itu, Aslog melaporkan kepada Andika lamanya estimasi waktu untuk penyediaan mobile x-ray karena didatangkan dari Italia, yang saat ini sedang menjalani lockdown atas kasus wabah Covid-19.
“Berarti harus cari alternatif lain, karena Italia belum tahu kapan dibuka. Minta vendor untuk mencari dari negara lain, kalau bisa dipercepat jangan menunggu hingga pertengahan April,†kata Jenderal Andika saat
teleconference di Mabesad, Jakarta, Sabtu (4/4).
Mantan Danpaspampres ini juga memberikan arahan kepada Aslog Kasad untuk mengurus pengadaan perlengkapan penunjang mobile x-ray, seperti wall shielding, FDR, dan baju pelindung.
“Untuk alat penunjang mobile x-ray, dari TNI AD saja, karena hanya mobile x-ray nya saja yang dipesan melalui Kemhan,†ujar Jenderal Andika.
Selain itu, Andika juga meminta pembangunan ruang CICU di salah satu pavilion rumah sakit dipercepat, sehingga dapat segera digunakan untuk menunjang pemulihan pasien.
“Apa pun kendalanya harus bisa kita lakukan untuk menambahkan 5 ruangan bertekanan negatif ini. Ventilatornya pun sudah
stand by. Kalau ruangan ini sudah ada, akan lebih memberikan fleksibilitas pada RSPAD untuk mengakomodir pasien, sehingga tidak perlu ditolak atau dirujuk ke RS lain,†perintah Jenderal Andika kepada jajarannya.
Mengenai labolatorium untuk
rapid test Covid-19, pihak RSPAD telah mendapatkan 3 bantuan analis dari personel TNI AD. Mereka akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu, sehingga rencananya Jumat nanti laboratorium sudah siap untuk beroperasi.
BERITA TERKAIT: