Namun setelah melewati proses inkubasi 14 hari ditambah hasil lab, dia dinyatakan negatif.
"Awalnya dia merasa deman, batuk, dan sesak napas. Ia berniat memeriksakan diri di RSUD," kata Direktur RSUD Kartini Jepara, Dwi Susilowati, Kamis (5/3).
Warga Jepang itu diketahui berasal dari Tokyo. Setelah mudik, ia kembali ke Jepara pada pertengahan Februari 2020. Saat di Jepang dia tidak mengalami keluhan apa pun. Namun saat tiba di Indonesia dia baru merasakan gejala-gejala yang mengarah kepada corona.
Dengan adanya keluhan gejala dan riwayat perjalanan dari kota yang ditemukan kasus corona, pihak RSUD Kartini langsung menangani pasien itu dengan standar pemeriksaan suspect corona di ruang isolasi khusus.
"Setelah kami periksa, mengarah ada tanda pneuomia. Pasien itu diinkubasi selama 14 hari," lanjut Dwi, dikutip
Kantor Berita RMOLJateng.
Dwi menambahkan, setelah proses inkubasi selama 14 hari selesai, pasien itu akhirnya dirujuk ke RSUP dr. Kariyadi Semarang untuk penanganan lebih lanjut.
"Setelah dilakukan lab selama tiga hari di (RSUD dr) Kariadi, hasilnya dinyatakan negatif," tandasnya.
BERITA TERKAIT: