Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

RS dr. Sander B Cikarang Vaksinasi Ulang Balita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 17 Juli 2016, 07:35 WIB
RS dr. Sander B Cikarang Vaksinasi Ulang Balita
net
rmol news logo Rumah Sakit dr. Sander B. Cikarang memberikan vaksinasi ulang bagi balita yang diduga penerima vaksin bermasalah. Vaksinasi ulang merupakan bentuk solusi dan kepedulian pihak rumah sakit tipe D tersebut.

"Kami minta maaf kepada masyarakat meski kami juga menjadi korban. Namun masyarakat adalah pihak paling dirugikan. Itulah sebabnya kami memberikan solusi melalui vaksinasi ulang secara cuma-cuma," kata Direktur RS dr. Sander B. Cikarang dr. Deasy Saraswaty dalam keterangannya, Minggu (17/7).

Dia menjelaskan, total terdapat 63 anak yang divaksin ulang. Mereka adalah seluruh balita yang menjadi korban vaksin bermasalah sepanjang April 2015-April 2016. Untuk memastikan bisa mengikuti vaksinasi ulang, pihak rumah sakit secara bertahap akan proaktif menghubungi semua pasien.

"Kami memiliki data semua penerima vaksin bermasalah. Jumlah penerima vaksin bermasalah di tempat kami relatif sedikit. Karena dari 12 jenis vaksin di rumah sakit kami, memang hanya dua yang bermasalah. Yaitu Pediacel dan Hepatitis B," kata Deasy.

Ihwal pembelian vaksin dari CV Azka Medical menurut Deasy, bermula dari kelangkaan vaksin pada Februari-Maret 2015. Pada saat itu, hampir semua vendor tidak memiliki ketersediaan vaksin. Padahal di sisi lain permintaan tetap tinggi, karena selalu terdapat anak yang harus divaksin. Pada saat itulah muncul penawaran dari CV Azka Medical, dengan Nomor 027/AM/2015 tertanggal 28 April 2015.  

"Kami juga heran, mengapa ketika terjadi kelangkaan vaksin, pada saat bersamaan muncul CV Azka Medical," ujarnya.

Awalnya, pihak rumah sakit sama sekali tidak curiga dan tidak tahu bahwa vaksin dari CV Azka Medical, bermasalah. Pasalnya, CV Azka Medical bertindak selayaknya distributor resmi, seperti adanya purchase order. Dan karena itu pula, RS dr. Sander B Cikarang pun melakukan prosedur dan proses pembelian sesuai prosedur operasional standar yang berlaku.

Bukan hanya dari sisi prosedur. Dari harga pun, pembelian dilakukan dengan harga wajar. Bahkan, beberapa harga dari CV Azka Medical justru lebih mahal. Contohnya, vaksin jenis Rotarix, Azka Medical menjual dengan harga Rp320 ribu/boks. Padahal, harga dari distributor sebelumnya, yakni PT Anugerah Argon Medica, hanya Rp205 ribu/boks.

"Tak heran bukan hanya RS dr. Sander B Cikarang yang notabene rumah sakit kecil, rumah sakit besar pun banyak yang kecolongan," lanjut Deasy.

Sekitar April-Mei 2016, jauh sebelum kasus ini terkuak di media massa, RS dr. Sander B Cikarang mulai mencium keanehan. Di antaranya volume vaksin yang hanya 0,40-,45 cc, padahal, biasanya volume vaksin harus 0,50 cc, sebagai antisipasi adanya vaksin yang tersisa ketika dokter membuang udara dalam jarum suntik.

Ketika itulah RS dr. Sander B Cikarang melakukan komplain kepada CV Azka Medical. Menanggapi hal itu, CV Azka Medical pun mengeluarkan surat jaminan 100 persen keaslian melalui surat benomor 019/AM/06-16 tanggal 01 Juni 2016. Begitupun, manajemen RS dr. Sander B Cikarang tetap mempertimbangkan risiko yang ada dan menghentikan pembelian saat itu juga. Sedangkan terhadap vaksin yang sudah terlanjur dibeli, dilakukan retur atau pengembalian pada 02 Juni 2016.

"Jadi, jauh sebelum peristiwa tersebut meledak, kami sudah melakukan langkah-langkah pengamanan," beber Deasy.

Retur sendiri dilakukan terhadap vaksin pembelian akhir. Sedangkan pembelian lama, misal pembelian Juni 2015 yang belum digunakan, pihak rumah sakit melakukan penghancuran pada 22 Juni 2016, karena memang tidak bisa dilakukan retur.

"Terkait penghancuran tersebut, kami juga menyampaikan surat pemberitahuan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi," tegas Deasy. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA