Tiga orang lain, yakni WH, SC, dan RAP turut dijerat setelah penyidik menemukan kerugian negara mencapai Rp3,03 miliar.
Penetapan tersangka disampaikan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga Firman Setiawan didampingi Kepala Seksi Intelijen Erwin Rionaldy Koloway dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Dimaz Brata Anandiansyah.
"Kami menetapkan empat orang tersangka dalam pengembangan kasus dugaan korupsi di Perumda BPR Bank Salatiga," kata Firman dikutip dari
RMOLJateng.
Menurut Firman, perkara ini berkaitan dengan praktik pemberian kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prinsip kehati-hatian perbankan dan melanggar standar operasional prosedur.
Usai ditetapkan sebagai tersangka, DS bersama tiga orang lainnya langsung ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan Kelas II B Salatiga selama 20 hari ke depan. Masa penahanan dapat diperpanjang apabila penyidik masih membutuhkan pendalaman perkara.
Keempat tersangka tampak mengenakan rompi oranye kejaksaan dengan tangan diborgol saat dibawa menggunakan mobil tahanan menuju rutan.
Penyidikan mengungkap bahwa kasus ini terjadi dalam kurun waktu 2020 hingga 2022 dan dinyatakan berdiri sendiri, tanpa keterkaitan dengan perkara lain yang sebelumnya ditangani di Perumda BPR Bank Salatiga.
BERITA TERKAIT: