Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto dalam diskusi Polemik bertajuk "Sepak Mafia Bola" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).
"FIFA mewanti-wanti banget yang namanya masalah ownership. Jadi salah satu potensi pengaturan skor di beberapa negara di Asia itu umumnya adalah karena ada kepemilikan klub yang ada di federasi," kata Gatot.
Sehingga, jika pemilik klub juga menjabat anggota asosiasi akan mudah untuk kemudian mengatur jadwal, skoring dan sebagainya.
Oleh karena itu, Gatot berpendapat, jika memang persepakbolaan Indonesia mau terbebas dari mafia khususnya pengaturan skor, maka patuhilah pasa 18 ayat 2 statuta FIFA.
"Kalau patuh, minimal mengurangi dugaan potensi match fixing (pengaturan skor)," pungkasnya.
[rus]