Sebelum serangan itu, Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol Mochammad Iriawan, mendatangi Novel untuk memberitahukan potensi bahaya terhadap dirinya.
Begitu diceritakan pemerhati kasus Novel yang merupakan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat diskusi Perspektif Indonesia bertema "Kasus Novel Setelah 200 hari" di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11).
"Jadi waktu itu Pak Iriawan datang kepada Novel, memberitahukan bahwa ada potensi ancaman, lalu dikirimlah tim dari Polda untuk menjaga dan mengawasi di sekitar kediaman Novel," kata Dahnil.
Tapi, ada pergantian dari Tim Polda Metro Jaya ke Tim Mabes Polri yang difungsikan untuk menjaga kediaman Novel. Pergantian itu terjadi sebelum insiden penyiraman air keras terhadap Novel.
"Namun pergantian tim tersebut tidak diketahui oleh Kapolda," tegas dia.
Awalnya, Dahnil dan Novel Baswedan sendiri sangat yakin kasus ini akan bisa terungkap dalam waktu yang relatif singkat. Namun sampai sekarang harapan itu tidak terbukti.
[ald]