Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaon Daulay menuntut pemerintah memperlakukan fasilitas pelayanan kesehatan seperti aparat hukum memperlakukan koruptor. Bukan seperti pada pencuri ayam yang hanya diumumkan inisial namanya saja.
"Nama-nama faskes yang terlibat sudah disebut tapi inisial, ini kok seperti pelaku pencuri ayam. Padahal koruptor saja namanya lengkap, dipermalukan. Kenapa orang yang mengancam nyawa anak Indonesia malah ditutup-tutupi. Mengapa kok fasilitas kesehatan semacam ini seakan-akan dilindungi," jelasnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/7).
"Siapa titik sentral dari jaringan itu. Siapa yang bertanggung jawab, distribusinya siapa, kok ada limbah kesehatan itu bisa didaur ulang lagi. Minimal ada penjelasan yang membuat kita yakin pemerintah bekerja soal ini," lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Saleh juga mendesak Menkes Nila dapat membeberkan zat berbahaya apa saja yang terkandung dalam vaksin palsu yang telah beredar sejak tahun 2003.
"Kandungan vaksin palsu kok ditutupi, aneh," selorohnya.
[wah]