Ketua Dewan Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98), Willy Prakarsa, meminta agar para elit membiarkan Jokowi untuk menentukan sendiri, apakah akan memperpanjang jabatan Kapolri atau menggantinya.‎
"Jangan bikin pusing Presiden Jokowi yang lagi berpuasa, di UU sendiri memungkinkan. Segala pertimbangan sepenuhnya hak preogratif Presiden," jelas dia di Jakarta, Senin (6/6).
‎Walau begitu, Willy sendiri yakin Jokowi akan memperpanjang jabatan Badrodin. Sebab, Putra Kyai Achmad Haiti itu memiliki kategori keahlian khusus sehingga dinilai layak untuk diperpanjang. Untuk PDIP, diharapkan tidak ikut mengintervensi Jokowi.‎‎
"Jangan ikut-ikutan mengintervensi Polri dan mau kuasai Polri, apalagi ingin pisahkan BG dari BH hanya untuk kepentingan politik semata," terang dia.
‎Oleh karenanya, Willy menyerukan agar korps Bhayangkara itu harus diselamatkan agar sebagai penegak hukum independensinya terus terjaga. Biarkanlah semua kembali pada Presiden yang bertindak sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan dengan hak preogratifnya.
‎"Jokowi adalah sosok yang merdeka dan tak suka diintervensi. Jadi kita lihat saja kejutannya Jokowi," tandas aktivis 98 ini.
[sam]
BERITA TERKAIT: