"Masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi lagi. Banyak hal yang harus dilihat supaya kita mendapatkan gambaran yang utuh. Ini kan kepingan-kepingan yang berserakan. Tugas kita menyatukan kepingan-kepingan ini," jelas politisi PPP ini di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).
Demikian juga mengenai kabar adanya Perda larangan memakai pengeras suara di majid, saat ini masih didalami.
"Beritanya kan masih macam-macam. Kalau ada bentuk fisiknya seperti apa," imbuhnya.
Karena itu, Lukman meminta tidak ada yang membuat kesimpulan dulu atas peristiwa itu. Semua harus melihat segala kemungkinan yang ada sehingga dapat dilihat dalam perspektif yang utuh.
Jika dilihat kepribadian, Lukman menyatakan, masyarakat Papua sangat toleran. Saat pembangunan masjid, umat kristiani di sana ramai-ramai menggotong kubah untuk dinaikkan bersama. Saat hari raya, mereka saling mengunjungi.
"Yang terjadi di Tolikara sebenarnya yang di luar kelaziman," imbuhnya
.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: