"Logikanya kalau saya mau ada janji ngapain di toilet yang kedua, seharusnya kan yang di pojok dong, kalo di situ kan kelihatan dari pintu," kata Bahruddin saat memenuhi panggilan Badan Kehormatan di gedung DPR, Jakarta, Senin (30/9).
Dia menjelaskan, perjumpaannya dengan calon hakim agung Sudrajat Dimyati di ruang toilet adalah ketidaksengajaan semata. Secara spontan, dirinya bertanya kepada Sudrajat soal calon hakim agung perempuan dari kalangan karir maupun non karir.
Spontanitas itu, lantaran dirinya terlambat menghadiri proses fit and proper test calon hakim agung yang digelar pada 17 September lalu oleh Komisi III.
"Saya harus memberi laporan kepada fraksi. Saya hari itu dari luar kota dan datang telat, sehingga sudah mau berakhir fit and proper test-nya," ujar Bahruddin.
Bahruddin memastikan, dirinya tidak berniat sama sekali mendekati Sudrajad apalagi melakukan lobi dengan calon hakim agung itu.
"Tidak ada niatan, ngapain deket-deketin," katanya.
Saat ditanya mengapa bertanya soal calon hakim agung kepada Sudrajad yang seyogyanya juga calon hakim agung, Bahruddin meyakini informasi yang didapatnya akan tepat.
"Kan dia hakim, pasti kenal dong mana hakim yang karir dan hakim yang non karir," tegas Bahruddin yang kini duduk di Komisi II.
[rus]
BERITA TERKAIT: