"Saya tidak bermaksud menyuap, saya ke toilet dan buang air kecil terus ada orang tua datang di sebelah kiri dan menunjukkan pada saya kertas jadwal dan bertanya pada saya calon hakim karir," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (23/9).
Sudrajad menjelaskan, di dalam ruang toilet, Bahruddin bertanya soal hakim karir kepadanya, maka dia menjawab dengan spontan. Namun, ketika keluar dari ruang toilet, dia ditanya oleh wartawan soal adanya lobi khusus di toilet.
"Saya bilang lobi-lobi apa. Saya tidak tahu kalau itu (Bahruddin) anggota DPR," ujarnya.
Sudrajad sendiri mengaku bingung mengapa ada orang yang bertanya kepadanya soal calon hakim agung yang berasal dari jabatan karir di dalam ruang toilet. Padahal, seluruh data 12 calon hakim agung yang mengikuti fit and proper test sudah lengkap dipegang Komisi III.
"Kenapa dia tanya kepada saya, kenapa dia tidak tanya ke panitia seleksi. Karena mereka temen saya, jadi saya tahu yang mana hakim karir, jadi saya tunjukkan," jelas hakim Pengadilan Negeri Pontianak tersebut.
[rus]
BERITA TERKAIT: