Meski begitu, Nuh tetap memberi peringatan langsung pecat bagi oknum PNS Kemendikbud yang terbukti mendalangi pencurian empat artefak di Museum Nasional, belum lama ini.
"Jika memang nanti terbukti ada PNS terlibat, langsung jablas (dipecat)," tegas dia seperti dilansir dari
JPNN.
Mantan rektor ITS Surabaya itu mengatakan, pihaknya menyerahkan penuh kewenangan pemeriksaan kasus itu ke kepolisian. Nuh menyebut, kasus ini digarap keroyokan mulai dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan polsek setempat. Saat disinggung potensi pimpinan pengelola Museum Nasional terlibat, Nuh pun menjawab diplomatis.
"Sekali lagi wewenang menemukan pelakunya itu polisi," kata dia.
Selama ini Museum Nasional dikepalai (direktur) oleh Intan Mardiana. Intan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Museum dan Sejarah Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud.
"Bu Intan itu profesional pekerjaannya. Dia sudah paham betul seluk belum Museum Nasional," ujar Nuh.
Menurut informasi di internal Kemendikbud, pengelolaan sistem Museum Nasional sangat memprihatinkan. Keberadaan close circuit television (CCTV) misalnya, ternyata selama ini tidak ada laporan berkala hasil rekaman kepada pengelola. Bahkan kondisi ruangan pusat operator CCTV kerap tidak ada petugasnya.
Nuh mengatakan akan segera menjalankan manajemen baru terhadap pengelolaan Museum Nasional, termasuk museum-museum di Indonesia lainnya. Nuh akui memang tidak ada laporan data CCTV secara berkala oleh petugas keamanan kepada pimpinan Museum Nasional. Kondisi ini bisa terjadi karena pimpinan pengelola Museum Nasional tidak mengurusi data rekaman CCTV itu.
"Awalnya minggu ganti minggu tidak dilaporkan tidak apa-apa. Kemudian bulan ganti bulan tidak dilaporkan tidak apa-apa. Akhirnya bertahun-tahun tidak ada pelaporan rekaman CCTV," papar Nuh.
[wid]
BERITA TERKAIT: