AS Sebut Otonomi Sahara Maroko Solusi Konflik Paling Realistis

Kamis, 30 April 2026, 12:45 WIB
AS Sebut Otonomi Sahara Maroko Solusi Konflik Paling Realistis

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita (Foto: istimewa)

RMOL. Amerika Serikat kembali menegaskan menyebut proposal otonomi yang diajukan Rabat sebagai satu-satunya fondasi paling realistis untuk mengakhiri konflik teritorial yang telah berlarut-larut selama puluhan tahun.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita di Rabat, Rabu waktu setempat, 29 April 2026. 

“Amerika Serikat mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara. Satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan abadi terhadap sengketa wilayah atas Sahara," kata Landau, seperti dimuat dalam pernyataan resmi yang dibagikan Kerajaan Maroko.

Lebih jauh, Landau menyoroti urgensi penyelesaian konflik yang dinilainya sudah terlalu lama menggantung tanpa kepastian. 

“Kami berupaya dalam kerangka resolusi Dewan Keamanan terbaru (Resolusi 2797) untuk membawa penyelesaian damai terhadap konflik yang telah berlangsung dalam waktu yang tidak dapat diterima,” ujarnya.

Menurutnya, dunia internasional tidak bisa terus membiarkan sengketa ini berlarut tanpa akhir.

“Situasi ini tidak bisa menunggu 50 tahun lagi, atau 150 tahun lagi, atau 200 tahun lagi untuk diselesaikan," tegasnya.

Dalam pembicaraan tersebut, pejabat tinggi AS itu juga  menyatakan komitmen pemerintah AS membuka dukungan bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memperluas investasi di Sahara.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOTO LAINNYA