Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 31 Oktober 2026, 14:52 WIB
Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit
Christa Pike (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ABC)
Kecil Besar
rmol news logo Christa Pike, terpidana mati yang selamat dari upaya eksekusi suntik mati di Tennessee, Amerika Serikat (AS), mengaku masih mengalami penderitaan fisik dan mental. Ia juga mengatakan terus memikirkan keluarga korban pembunuhan yang dilakukannya.

Dalam pernyataan publik pertamanya setelah kegagalan eksekusi pada 30 September 2026, perempuan berusia 50 tahun itu mengungkapkan rasa sakit berkepanjangan yang dialaminya. Pike mengaku telah bersiap menghadapi kematian saat memasuki ruang eksekusi, tetapi justru terbangun dalam kondisi kebingungan di ranjang rumah sakit.

"Sejak malam itu, tak ada satu momen pun ketika saya tidak merasakan sakit. Tubuh saya sakit, lengan saya sakit, tangan saya sakit, tenggorokan saya sakit. Saya masih kesulitan berbicara," kata Pike dalam pernyataan melalui tim hukumnya, Jumat, dikutip dari France24, Sabtu 31 Oktober 2026. 

Pike mengatakan, insiden tersebut tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga beban emosional. Ia menyayangkan kegagalan prosedur eksekusi yang menurutnya telah menempatkan banyak orang dalam situasi sulit. Namun, ia mengaku pikirannya juga tertuju pada keluarga korban.

"Saya sangat terluka oleh ketidakkompetenan yang telah menempatkan begitu banyak orang dalam posisi yang mengerikan ini. Saya terus memikirkan keluarga korban saya dan rasa sakit serta kehilangan yang luar biasa yang telah mereka alami," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas medis yang menyelamatkan nyawanya serta orang-orang yang memberikan dukungan setelah kejadian tersebut.

"Saya tidak tahu mengapa saya selamat malam itu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk saat ini, saya mencoba pulih, satu hari demi satu hari," kata Pike.

Pike dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan teman sekelasnya, Colleen Slemmer, pada 1995. Saat itu, Pike masih berusia 18 tahun. Ia menyiksa dan membunuh Slemmer bersama pacarnya. Kasus tersebut menjadikannya salah satu perempuan termuda yang dijatuhi hukuman mati di AS.

Pada 30 September 2026, otoritas Tennessee berupaya mengeksekusi Pike menggunakan suntikan pentobarbital. Namun, setelah menerima dua dosis obat tersebut, ia tidak meninggal dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kegagalan eksekusi itu kemudian mendorong tim pengacara Pike meminta Gubernur Tennessee Bill Lee mengubah hukumannya menjadi penjara seumur hidup. Lee juga telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut dan menunda pelaksanaan eksekusi suntik mati lainnya yang dijadwalkan di negara bagian itu tahun ini. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA