Mengutip laporan
Australian Broadcasting Corporation (ABC), Minggu, 8 November 2026, hasil pemilu sela AS telah menjadi salah satu topik utama pembahasan para pemimpin negara dalam pertemuan Commonwealth Heads of Government Meeting (CHOGM).
Dalam pemilu yang berlangsung Selasa, 4 November 2026, Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR AS dan memenangkan mayoritas kursi gubernur di berbagai negara bagian.
Perubahan peta politik tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump akibat perang dengan Iran.
Albanese mengatakan, para pemimpin negara peserta CHOGM menginginkan konflik segera diakhiri, terutama karena perang telah memicu tekanan terhadap perekonomian dunia dan menghambat kelancaran perdagangan internasional.
"Baik itu inflasi dalam ekonomi global atau kebutuhan akan pengaturan perdagangan bebas di setiap negara (di CHOGM) ingin melihat perang berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali," kata Albanese.
Ia juga menghubungkan dampak perang dengan persoalan biaya hidup di Australia. Karena itu, pemerintahnya akan terus menyampaikan desakan kepada Washington agar mengambil langkah deeskalasi.
Namun, Albanese menegaskan tidak perlu menggunakan pendekatan yang lebih keras terhadap Trump.
"Saya telah mengatakannya secara terbuka dan langsung (kepada Trump) bahwa sudah waktunya untuk melakukan deeskalasi,” ujarnya seraya menbamhkan bahwa Australia akan tetap mengedepankan diplomasi demi kepentingan nasional.
BERITA TERKAIT: