Bukan karena pidato atau keputusan politik, melainkan karena aksinya ikut naik ke podium saat Spanyol mengangkat trofi juara dunia, yang justru disambut sorakan dan siulan dari ribuan penonton.
Trump hadir menyaksikan laga puncak bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. Dia duduk di tribun kehormatan di balik kaca antipeluru bersama Ibu Negara Melania Trump dan putranya, Barron Trump.
Seusai pertandingan, Trump ikut dalam prosesi penyerahan medali dan trofi kepada para pemain serta ofisial kedua tim.
Saat kapten Spanyol Rodri bersiap mengangkat trofi juara, Trump tampak tetap berada di atas podium dan mengambil posisi di dekat para pemain sehingga ikut terekam dalam momen bersejarah tersebut.
Tak lama kemudian, Infantino terlihat secara halus mengarahkannya menjauh dari pusat perayaan agar para pemain Spanyol dapat merayakan kemenangan mereka.
Kehadiran Trump di podium memicu reaksi negatif dari sebagian besar penonton. Berdasarkan laporan media lokal, sorakan ejekan terdengar di sekitar stadion selama momen tersebut.
Dalam seremoni itu, Trump juga menyerahkan medali kepada para pemain, termasuk Lionel Messi yang menerima medali sebagai runner-up bersama Argentina.
Laporan menyebut tingkat kebisingan stadion yang semula berada di kisaran 78 desibel meningkat hingga sekitar 84 desibel akibat gelombang sorakan yang mengiringi kehadiran presiden AS tersebut.
Di atas lapangan, Spanyol memastikan diri menjadi juara dunia setelah menaklukkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu.
Laga turut diwarnai kartu merah untuk Enzo Fernandez saat pertandingan berlangsung serta Leandro Paredes setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kericuhan yang terjadi di akhir pertandingan.
BERITA TERKAIT: