Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Natsir mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui seluruh perwakilan pemerintah Indonesia di kawasan, baik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
"Sampai saat ini belum ada
impact kepada WNI, dalam arti yang cedera maupun yang mengalami kerugian," kata Arrmanatha usai rapat bersama DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Pernyataan itu disampaikan menyusul klaim militer Amerika Serikat (AS) yang menyatakan telah merampungkan gelombang kedua serangan terhadap Iran pada Rabu, 15 Juli 2026.
Militer AS mengklaim operasi yang berlangsung selama lima hari berturut-turut tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Arrmanatha menjelaskan, seluruh KBRI dan KJRI di kawasan terus berkoordinasi dan menyampaikan laporan perkembangan situasi keamanan setiap hari kepada Menteri Luar Negeri.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, laporan dapat disampaikan lebih dari sekali dalam sehari agar pemerintah dapat segera mengambil langkah yang diperlukan.
"Seluruh KBRI dan KJRI kita yang ada di kawasan terus memantau perkembangan dan komunikasi terus terjalin tiap hari. Jadi kita selalu mengetahui
real-time apa yang terjadi dan langkah-langkah apa yang harus kita ambil," tutupnya.
BERITA TERKAIT: