Dalam pernyataannya yang diunggah di media sosial X, Oman menyatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari tanggung jawabnya menjaga keamanan Selat Hormuz yang memiliki peran penting bagi perekonomian global. Negara itu juga menegaskan komitmennya untuk menjamin kebebasan navigasi sesuai hukum internasional dan hukum laut.
"Sesuai dengan komitmen berkelanjutan terhadap hukum internasional dan hukum laut, Oman memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz tanpa membebankan biaya transit apa pun," menurut pernyataan tersebut, dikutip Ranu, 24 Juni 2026.
Pemerintah Oman menjelaskan bahwa koridor maritim ini bersifat sementara dan dapat digunakan oleh seluruh kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Namun, setiap kapal yang ingin menggunakan jalur tersebut wajib berkoordinasi terlebih dahulu dengan IMO.
Koordinasi itu harus dilakukan berdasarkan titik koordinat yang telah diumumkan oleh IMO bersama otoritas Oman. Tujuannya adalah untuk memastikan pelayaran berlangsung aman, tertib, dan tetap sesuai dengan aturan internasional yang berlaku.
Oman juga menyebut kebijakan ini sejalan dengan perkembangan positif dari upaya diplomatik yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui langkah ini, Oman berharap arus pelayaran dan perdagangan global yang sangat bergantung pada Selat Hormuz dapat tetap berjalan lancar, sekaligus menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan jalur laut tersebut.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: