Diiringi lantunan takbir yang menggema sejak pagi, sekitar pukul 08.40 waktu setempat, Prabowo tiba di lokasi dan langsung bergabung di saf jemaah.
Berdasarkan tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo yang mengenakan baju Koko putih dan peci hitam tampak berdiri di saf depan, di samping Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar.
Presiden kemudian mengikuti rangkaian salat Iduladha bersama diaspora RI yang telah memadati Wisma Indonesia sejak pagi hari.
Pelaksanaan salat berlangsung khidmat dengan imam sekaligus khatib dipimpin Fakhruddin Arrozi, alumni S2 Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan, yang kini menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Dalam khotbahnya, Fakhruddin menekankan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarat pesan kemanusiaan dan pengorbanan.
Ia mengingatkan bahwa ibadah kurban mengajarkan umat Islam untuk menundukkan ego dan memperkuat kepedulian sosial, terlebih bagi masyarakat Muslim yang hidup sebagai diaspora di luar negeri.
Nilai kebersamaan, persatuan, dan keteguhan identitas keislaman disebut menjadi pesan penting dalam perayaan Iduladha.
“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” ujar Fakhruddin dalam khotbahnya.
Usai menunaikan salat Id, Prabowo menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para jemaah.
Dalam suasana akrab, Presiden tampak menyalami satu per satu warga dan diaspora yang hadir, sebelum kemudian mengikuti ramah tamah dan makan bersama.
BERITA TERKAIT: