Pengangkatan Zolghadr dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Iran ingin memperbesar peran militer dalam pengambilan keputusan negara. Seorang analis menyebut keputusan ini penting karena akan memengaruhi arah kebijakan ke depan.
Zolghadr dikenal memiliki rekam jejak panjang di militer. Ia pernah terlibat dalam perang Iran-Irak pada 1980-an, lalu menduduki berbagai posisi penting di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk sebagai kepala staf gabungan dan wakil komandan. Ia juga pernah menjadi wakil menteri dalam negeri pada era Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Sejak 2023, ia menjabat sebagai sekretaris Dewan Kemaslahatan, lembaga yang berperan sebagai penasehat dan mediator dalam struktur kekuasaan Iran.
Penunjukan ini sekaligus memperkuat pengaruh militer dalam pemerintahan Iran, di tengah situasi politik yang tidak menentu. Mojtaba Khamenei juga dilaporkan jarang muncul di publik sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Di sisi lain, konflik masih terus berlanjut tanpa tanda mereda. Presiden AS Donald Trump mengklaim ada komunikasi dengan pihak Iran dan menunda rencana serangan selama lima hari. Namun, Iran membantah hal tersebut.
Ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang berlangsung dan menyebut pernyataan Trump sebagai upaya memengaruhi pasar global.
BERITA TERKAIT: