Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Tangkal Serangan Kutu Busuk, Prancis Gelar Pertemuan Darurat antar Kementerian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 05 Oktober 2023, 10:00 WIB
Tangkal Serangan Kutu Busuk, Prancis Gelar Pertemuan Darurat antar Kementerian
Tungau atau kutu busuk/Net
rmol news logo Pemerintah Prancis mengumumkan akan menggelar pertemuan darurat khusus membahas lonjakan jumlah kasus kutu busuk yang semakin dipandang sebagai potensi masalah kesehatan masyarakat.

Dalam beberapa minggu terakhir, kutu busuk telah berubah dari bahan cemoohan menjadi isu politik yang kontroversial di Perancis, dengan warga yang melaporkan melihat makhluk tersebut di berbagai lokasi termasuk kereta api, metro Paris, dan bioskop.

Kekhawatiran ini semakin bertambah mengingat Prancis sedang bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugbi, dan khususnya Ibu Kota Paris bersiap menyambut atlet dan penggemar dari seluruh dunia untuk Olimpiade 2024.

"Tujuan pertemuan adalah untuk mengukur situasi dan memperkuat langkah-langkah," kata Kementerian Transportasi dalam pernyataannya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/10).

Menteri Transportasi Clement Beaune akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan tersebut.

“Kami ingin menginformasikan tindakan yang diambil dan bertindak demi kenyamanan dan perlindungan para pelancong,” kata Kementerian.

Juru Bicara Pemerintah Olivier Veran mengatakan pertemuan antar kementerian akan dilakukan pada Jumat mendatang, dan ia berjanji untuk secepatnya memberikan jawaban bagi warga Prancis.

Ketua partai Renaisans pimpinan Presiden Emmanuel Macron di Majelis Nasional Prancis, Sylvain Maillard, mengatakan rancangan undang-undang lintas partai akan diajukan pada awal Desember untuk memerangi momok kutu busuk.

Partai presiden dan sekutunya telah memutuskan untuk menjadikan masalah ini sebagai prioritas dan mendesak oposisi sayap kanan dan sayap kiri untuk memberikan masukannya.

Menteri Kesehatan Aurelien Rousseau menegaskan kepada radio France Inter bahwa tidak perlu ada kepanikan atas serangan serangga ini untuk menghindari oknum yang memanfaatkan keadaan.

“Yang membuat saya khawatir adalah masyarakat tidak tertipu oleh perusahaan yang memaksa mereka membayar 2.000 atau 3.000 euro untuk membersihkan rumah mereka dari kutu busuk," katanya, mengecam penyalahgunaan di sektor pengendalian hama.

Sepersepuluh dari seluruh rumah tangga di Prancis diyakini mempunyai masalah kutu busuk selama beberapa tahun terakhir. Serangga penghisap darah ini terlihat di metro Paris, kereta berkecepatan tinggi, dan di Bandara Charles De Gaulle Paris.

Tak hanya di tempat umum, serangan kutu busuk juga telah dilaporkan di dua sekolah – satu di Marseille dan satu lagi di Villefranche-sur-Saone di luar Lyon di tenggara Prancis. Kedua sekolah ditutup selama beberapa hari untuk dibersihkan, kata pihak berwenang setempat.

Kutu busuk biasanya bersarang di kasur, meski bisa juga bersembunyi di pakaian dan koper. Mereka biasanya keluar pada malam hari untuk memakan darah manusia.

Gigitan serangga ini meninggalkan area merah, lecet, atau ruam besar pada kulit, dan dapat menyebabkan rasa gatal atau reaksi alergi yang hebat.

Hal ini juga sering menyebabkan tekanan psikologis, masalah tidur, kecemasan dan depresi. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA