Sumber Angkatan Darat Lebanon mengkonfirmasi serangan roket itu, mengatakan kepada
The National setidaknya ada 15 rudal diluncurkan dari Israel. Rudal-rudal itu mendarat di Kafr Shuba, tetapi tidak menyebabkan luka atau kerusakan bangunan.
Pihak tentara Israel mengatakan tindakan itu sebagai tanggapan atas peluncuran roket yang dilakukan dari wilayah Lebanon, yang meledak berdekatan dengan perbatasan di wilayah Israel.
“Sebagai tanggapan, pasukan Israel saat ini menyerang daerah tempat peluncuran dilakukan,” kata tentara Israel kepada The National.
Sumber tentara Israel mengkonfirmasi kepada The National bahwa sistem alarm misilnya tidak berbunyi saat serangan roket dari Lebanon.
"Tentara sedang memeriksa mengapa sistem peringatan tidak berbunyi", kata sumber itu.
Tentara kemudian mengkonfirmasi peluncuran dari Libanon, yang ditembakkan di dekat kota Ghajar, sebuah daerah dekat Dataran Tinggi Golan yang diklaim oleh Lebanon dan Suriah, dan diduduki oleh Israel. Bagian selatan kota itu dianeksasi oleh Israel pada tahun 1981, langkah yang belum diakui oleh masyarakat internasional.
Tidak jelas siapa yang meluncurkan roket awal dari Ghajar. Tentara Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden itu.
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (Unifil) yang bertanggung jawab untuk memantau perbatasan Lebanon-Israel pada Kamis mendesak pihak-pihak yang berperang untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut.
"Kejadian ini terjadi pada waktu yang sensitif dan di daerah yang telah mengalami ketegangan awal pekan ini," kata pernyataan Unifil.
Pernyataan itu dibuat sehubungan dengan ketegangan baru-baru ini yang berkobar antara Israel dan Lebanon ketika Israel berusaha membangun pagar di sisi utara Ghajar.
Ghajar telah lama menjadi tempat ketegangan antara kedua negara. Selama bertahun-tahun, akses ke pihak Israel dibatasi, tetapi kontrol dicabut pada tahun 2022 dan kota itu dibuka untuk pariwisata Israel.
Daerah dekat kota itu banyak mengandung ranjau dan laporan awal di media Israel menyatakan ledakan itu mungkin disebabkan oleh persenjataan semacam itu.
Hizbullah, kelompok bersenjata dan partai politik yang didukung Iran yang memiliki kehadiran kuat di daerah itu, mengatakan bahwa pada pekan lalu mereka menjatuhkan pesawat tak berawak Israel yang terbang di atas sebuah desa di Lebanon selatan.
Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam sepekan terakhir, ditandai dengan pendirian tenda-tenda di sisi perbatasan Israel oleh kelompok Hizbullah.
Hizbullah mengutuk tindakan baru-baru ini yang diambil oleh Israel di Ghajar, termasuk pembangunan pagar kawat berduri dan tembok semen di sisi utara desa, yang dianggap sebagai wilayah Lebanon.
Pernyataan itu tidak merujuk pada dugaan serangan roket awal dari tanah Lebanon.
Militer Israel dan Lebanon sering bentrok karena masalah perbatasan di wilayah tersebut, yang juga diamati oleh pasukan PBB.
BERITA TERKAIT: