"Vietnam merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2013. Dan pada pertemuan tadi, kita telah membahas berbagai upaya peningkatan kemitraan strategis, baik secara bilateral maupun kawasan," ujar Jokowi dalam konferensi pers bersama usai pertemuan, seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Kabinet.
Dalam hal kerjasama bilateral, Jokowi mengatakan ia dan Nguyen Xuan Phuc membahas keberhasilan kedua negara yang telah mencapai target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS pada tahun 2021, yang seharusnya diraih pada tahun 2023.
Tercatat, angka perdagangan bilateral Indonesia dan Vietnam pada tahun 2021 mencapai 11,06 miliar dolar AS. Sementara dalam lima tahun terakhir, perdagangan kedua negara juga meningkat sebesar 9,77 persen.
"Untuk itu kita sepakat menetapkan target baru perdagangan bilateral sebesar 15 miliar dolar AS pada tahun 2028," tambah Jokowi.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti dan meminta perhatian pada pemerintah Vietnam terkait hambatan perdagangan yang dialami produk Indonesia.
"Indonesia meminta perhatian terhadap masih terhambatnya produk pertanian dan buah-buahan ke Indonesia untuk masuk ke pasar Vietnam," demikian Jokowi.
Kunjungan Presiden Vietnam ke Indonesia sendiri berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (23/12).
Sebelum melakukan pertemuan bilateral, Nguyen Xuan Phuc dan Jokowi menanam pohon bersama dan berbincang santai di veranda Istana Bogor.
BERITA TERKAIT: