Begitu yang dikatakan oleh Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ketika berpidato di luar kantor kepresidenan pada Senin (10/10), seperti dimuat
Reuters.
Pada kesempatan itu, Tsai menyesalkan tindakan China yang telah meningkatkan intimidasi yang mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
"Saya ingin menjelaskan kepada pihak berwenang Beijing bahwa konfrontasi bersenjata sama sekali bukan pilihan bagi kedua pihak kita," ujar Tsai.
"Hanya dengan menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan kita, dapat ada landasan untuk melanjutkan interaksi konstruktif di seluruh Selat Taiwan," lanjutnya.
Ketegangan antara Taiwan dan China telah mencapai titik tertinggi sejak awal Agustus setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan. Dia melakukan kunjungan meskipun beberapa peringatan konsekuensi serius oleh otoritas China.
Dia menambahkan China tidak boleh meremehkan Taiwan dan berpikir ada ruang untuk kompromi dalam komitmen rakyatnya terhadap demokrasi dan kebebasan.
Lebih lanjut, Tsai mengatakan Taiwan sedang meningkatkan produksi massal rudal presisi dan kapal angkatan laut berkinerja tinggi. Dia menambahkan bahwa pemerintah Taiwan juga bekerja untuk memperoleh senjata kecil yang sangat mobile yang akan memastikan pulau itu sepenuhnya siap untuk menanggapi ancaman militer eksternal.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: