Begitu disampaikan perwakilan tetap Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times baru-baru ini. Ia mengatakan posisi Ukraina saat ini membuat kontak diplomatik dengan Rusia menjadi tidak mungkin.
"AS dan sekutunya menggunakan permusuhan di Ukraina sebagai tekanan terhadap Rusia, sebagai alat isolasi Rusia. Meusak posisi kami, secara ekonomi dan politik," kata Gatilov, seperti dikutip dari
RT, Senin (22/8).
"Akibatnya, Kiev memutuskan pembicaraan langsung dengan Rusia pada Maret, yang menjanjikan kemungkinan penyelesaian konflik," kata diplomat itu, menambahkan bahwa pembicaraan damai telah diupayakan beberapa kali tetapi menemui jalan buntu.
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengklaim pembicaraan dengan Rusia tidak mungkin lagi terjadi setelah pada April lalu menuduh Moskow melakukan kejahatan perang di kota Bucha dekat Kiev. Sebuah klaim yang dibantah Rusia.
Zelensky berulang kali mengatakan dia siap untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik, tetapi akan melakukannya hanya setelah semua pasukan Rusia mundur ke posisi pra-2014.
"Ini membuat Moskow semakin yakin bahwa tidak ada platform praktis untuk pertemuan Putin-Zelensky," kata Gatilov.
"Sekarang, saya tidak melihat kemungkinan untuk kontak diplomatik," ujarnya.
Dan semakin banyak konflik berlangsung, semakin sulit untuk memiliki solusi diplomatik, menurutnya.
Diplomat senior itu juga menyoroti peran Barat dalam konflik Rusia-Ukraina
"Hubungan Rusia dengan negara-negara Barat juga hampir tidak ada, dan delegasi yang dipimpinnya tidak memiliki kontak formal atau pribadi dengan rekan-rekan Barat mana pun," katanya.
"Rusia percaya bahwa AS tidak peduli dengan kepentingan tetangga Rusia dan ingin memerangi Rusia sampai Ukraina terakhir," demikian Gatilov.
BERITA TERKAIT: