Dari laporan
AFP, ratusan keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka pada Kamis (18/8). Itu terjadi setelah badai yang membawa curah hujan tinggi membuat sungai-sungai di Pulau Selatan meluap.
Status keadaan darurat telah dideklarasikan pada Rabu (17/8) untuk wilayah Buller, Nelson, dan wilayah barat,
Walikota Nelson, Rachel Reese menuturkan, banjir yang terjadi merupakan peristiwa sekali setiap 100 tahun. Namun sejak beberapa tahun terakhir banjir kerap terjadi.
Seluruh tim penyelamat hingga militer membantu proses evakuasi. Reese juga memperingati penduduk setempat air telah terkontaminasi karena beberapa selokan telah rusak.
Mentri Manajemen Darurat, Kieran McAnulty dijadwalkan akan mengunjungi sungai Nelson pada Kamis. Tetapi diperkirakan hujan justru akan turun lebih lebat.
*Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: