Namun, menurut Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami, Revolusi Islam telah menyebabkan meningkatnya perlawanan, baik di di Lebanon, Irak, Yaman dan Suriah.
"Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap rencana yang bertujuan untuk meningkatkan kehadiran AS di Timur Tengah hanya akan menimbulkan ketidakamanan dan ketidakstabilan dan menyebarkan terorisme," katanya, sepertid ikutip dari
IRNA. Para pejabat Iran telah berulang kali menggarisbawahi perlunya penyelesaian krisis dan masalah di kawasan melalui kerja sama kolektif di antara negara-negara kawasan. Campur tangan orang asing akan sangat berbahaya.
Baru-baru ini, Teheran mendesak negara-negara tetangga untuk sangat waspada terhadap rencana AS-Israel yang jelas bertujuan untuk mengganggu stabilitas dan ketertiban kawasan.
Salami menambahkan bahwa Iran telah mengalahkan AS yang menikmati hegemoni tak tertandingi di kawasan dan seluruh dunia sebelum kemenangan Revolusi Islam 1979. Setelah revolusi, AS akhirnya terpaksa meninggalkan wilayah tersebut.
"Tidak ada yang menyebarkan karpet merah untuk pejabat AS setelah Revolusi Islam," kata Salami.
AS ada di mana-mana, tetapi Iran dan wilayah udara, tanah, dan maritimnya tertutup bagi AS.
"Washington telah melemah sejauh tidak memainkan peran dalam lanskap geopolitik kawasan Asia Barat," kata Salami.
BERITA TERKAIT: