Laporan bahwa ada dua kolonel dari tiga perwira yang tewas dalam peristiwa yang terjadi pekan lalu itu, disampaikan dalam pernyataan Akademi Militer Minsk Suvorov, Selasa (19/7).
Akademi itu menulis di situsnya bahwa mantan kadetnya, Kolonel Ukraina Oleg Makarchuk, tewas dalam serangan tersebut. Menurut akademi, Makarchuk sebelumnya menjabat sebagai kepala perbaikan dan logistik di Angkatan Udara Ukraina.
Pada bulan April, Makarchuk dianugerahi penghargaan oleh Presiden Vladimir Zelensky atas perannya “mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial Ukraina.â€
Kematian seorang perwira militer lainnya, Konstantin Puzyrenko, dilaporkan oleh otoritas lokal di kota Berdichev di wilayah Zhitomir barat Ukraina, dan oleh situs berita Zhitomir Online.
Sebuah posting di Facebook tentang pemakaman Kolonel Angkatan Udara Ukraina Dmitry Burdiko mengatakan dia juga terbunuh di Vinnitsa pada 14 Juli. Menurut laporan, kematian Burdiko pertama kali diumumkan oleh putranya Konstantin dalam sebuah posting yang sekarang dihapus di Instagram.
Pemerintah Ukraina belum melaporkan adanya korban militer akibat serangan itu, tetapi Gubernur Vinnitsa Sergey Borzov mengatakan pada Selasa (19/7) bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 25. Media Ukraina sebelumnya melaporkan bahwa para korban termasuk dokter dari klinik terdekat dan anak-anak kecil.
Pada 14 Juli, kapal perang Rusia meluncurkan rudal jelajah di sebuah gedung bertingkat tinggi yang disebut 'The House of Military Officers'. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa komandan senior Angkatan Udara Ukraina berada di dalam, melakukan pertemuan dengan pemasok senjata asing.
Angkatan Udara Ukraina bersikeras bahwa bangunan itu "de jure" dimiliki oleh militer, tetapi secara"de facto" berfungsi sebagai tempat konser sipil dan menampung kafe dan bisnis lainnya. Zelensky berpendapat bahwa serangan Rusia sama saja dengan terorisme.
Ukraina maupun Rusia berulang kali menuduh satu sama lain menyerang sasaran sipil, sementara keduanya mengklaim hanya menyerang situs militer.
BERITA TERKAIT: