Penutupan universitas dilakukan menyusul aksi mogok kerja oleh para guru dan staf akademik universitas atas ketidaksepakatan gaji yang diterima antara pemerintah dan guru.
"NLC mewakili jutaan pekerja di sebagian besar sektor ekonomi terbesar Afrika, berjanji akan memobilisasi jalannya protes pekerja kepada pemerintah dengan baik dan tertib," ungkap pejabat NLC seperti dilaporkan
Reuters pada Senin (18/7).
Aksi pemogokan oleh staf pengajar universitas negeri di Nigeria kerap terjadi. Pemogokan pada tahun 2020 sempat berlangsung selama 9 bulan. Saat ini pemogokan dilakukan oleh Serikat Staf Akademik Universitas yang dimulai sejak 14 Februari lalu.
Para Pekerja di industri minyak dan gas juga telah mengancam untuk bergabung bersama dengan guru untuk melakukan pemogokan. Jika terjadi, maka situasi ini dapat memperburuk kekurangan bahan bakar di Nigeria.
Nigeria menghadapi ketidakamanan yang meningkat menyusul gelombang penculikan, pengangguran yang tinggi, inflasi dan pertumbuhan ekonomi rendah yang dapat memicu kerusuhan.
Di samping itu, pemerintah juga mengalami pendapatan yang rendah dan defisit yang besar, meskipun harga minyak di negara ini terhitung tinggi.
BERITA TERKAIT: