Seperti dikutip
The Guardian, kasus terbaru ditemukan hanya selang beberapa hari setelah pihak Selandia Baru melaporkan kasus pertama pada Sabtu (9/7).
"Kasus kedua yang ditemukan tidak ada kaitannya dengan yang pertama. Akan tetapi, sejauh ini tidak ada bukti penularan kepada masyarakat," ujar jurubicara Kementerian Kesehatan pada Selasa (12/7).
Adapun kasus pertama melibatkan seseorang berusia 30-an yang tinggal di Auckland, dan baru-baru ini kembali dari perjalanan luar negeri.
Sementara kasus kedua juga tiba dari perjalanan luar negeri, dan saat ini tengah diisolasi di wilayah utara.
"Kami telah mengambil langkah bersiap untuk kedatangan monkeypox," lanjutnya.
Cacar monyet menyebabkan penderitanya merasakan sakit kepala, demam akut dengan lebih dari 38 derajat Celcius, kedinginan, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot dan tubuh, sakit punggung, dan kelelahan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan terdapat 6.027 kasus cacar monyet di seluruh dunia. Virus ini telah menyebar di Australia dengan 11 kasus dilaporkan di New South Wales, tetapi wabah terbesar ada di Eropa, yang menyumbang 80 sampai 90 persen dari kasus saat ini.
BERITA TERKAIT: